I'm not there yet. But I'm showing up. Saya belum sampai. Tapi saya tetap hadir.
A few thousand followers in, I started to feel the pull to curate, to please, to perform. This is a note to myself about choosing real over polished. Beberapa ribu follower kemudian, saya mulai merasakan dorongan untuk meng-curate, menyenangkan, dan tampil sempurna. Ini catatan untuk diri sendiri tentang memilih autentik daripada poles.
Having grown past five thousand followers on one of my platforms, I have realised one thing for certain. You cannot make everyone happy.
I once asked my husband, "Is it okay if I just be myself?"
I was worried. What if people think I am too blunt? Too honest? Too messy?
He said, "It is okay to be wrong. What matters is whether you are being authentic. If people meet you in real life and you act the same way as you do online, then you are real. But if you fake it just to look good, that is not you."
That hit me.
I have seen how easy it is to curate, to please, to perform. But at what cost?
The truth is, sometimes I am confident, sometimes I am unsure. Sometimes I am proud of my growth. Other times I second-guess my own voice. I still keep showing up.
What I have learned
You do not have to be perfect to be respected. You just have to be real. Let people see all of you. The strengths and the struggles. That is what makes us human.
You do not have to be perfect to be respected. You just have to be real.
If you are figuring things out too, I see you. Keep going. Let us keep showing up. Not as who we think we should be, but as who we really are.
Setelah tumbuh melewati lima ribu follower di salah satu platform saya, satu hal yang sudah saya sadari dengan pasti. Anda tidak bisa membuat semua orang senang.
Saya pernah bertanya kepada suami saya, "Tidak apa-apa ya kalau saya jadi diri sendiri saja?"
Saya khawatir. Bagaimana kalau orang menganggap saya terlalu blak-blakan? Terlalu jujur? Terlalu berantakan?
Dia menjawab, "Tidak apa-apa salah. Yang penting itu autentik. Kalau orang bertemu Anda di kehidupan nyata dan Anda berperilaku sama seperti di online, berarti Anda nyata. Tapi kalau Anda berpura-pura supaya kelihatan bagus, itu bukan Anda."
Kalimat itu mengena.
Saya sudah melihat betapa mudahnya meng-curate, menyenangkan, dan tampil. Tapi dengan biaya apa?
Yang sebenarnya, kadang saya percaya diri, kadang saya ragu. Kadang saya bangga pada pertumbuhan saya. Di lain waktu saya meragukan suara saya sendiri. Tapi saya tetap hadir.
Yang saya pelajari
Anda tidak harus sempurna untuk dihormati. Anda hanya perlu menjadi nyata. Biarkan orang melihat semua bagian dari Anda. Kekuatannya dan perjuangannya. Itu yang membuat kita manusia.
Anda tidak harus sempurna untuk dihormati. Anda hanya perlu menjadi nyata.
Kalau Anda juga sedang mencari arah, saya melihat Anda. Lanjutkan. Mari kita tetap hadir. Bukan sebagai siapa yang kita pikir harus kita jadi, tapi sebagai siapa kita yang sebenarnya.
For families just discovering MMC
Take your time. Read the pieces relevant to your situation. The diagnostic is here when you are ready. There is no pressure to move faster than your family is comfortable with. The relationships that last started slowly.
Untuk keluarga yang baru menemukan MMC
Luangkan waktu Anda. Baca tulisan yang relevan dengan situasi Anda. Diagnostik di sini ketika Anda siap. Tidak ada tekanan untuk bergerak lebih cepat dari yang keluarga Anda nyaman. Hubungan yang bertahan dimulai dengan lambat.
