15 million salary with a 6-day workweek, or 10 million with flexible hours? Take the clarity. Gaji 15 juta dengan 6 hari kerja, atau 10 juta dengan jam fleksibel? Ambil yang lebih jelas.

Pak Dedy Ong asked a question on Threads that hit me. Would you take a 15 million IDR salary with a 6-day workweek, or 10 million with flexible hours? That was exactly me, nine years ago. Pak Dedy Ong menanyakan satu pertanyaan di Threads yang mengena buat saya. Mau ambil gaji 15 juta rupiah dengan kerja 6 hari, atau 10 juta dengan jam fleksibel? Itu persis saya, sembilan tahun lalu.

Pak Dedy Ong's question on Threads hit me hard. That was exactly me, nine years ago.

Back then in Jakarta, I had a pretty good salary. But I would still get called in on Saturdays, taking a taxi from Baywalk to Grand Indonesia. I was stuck in traffic for hours and it became my routine.

No time to breathe. No space to think about myself.

What changed

Eventually I moved to Bandung. My salary dropped by a lot. But I was happy.

That happy energy gave me the clarity and strength to move to Singapore alone and build a new life. One luggage. Starting over everything from zero.

Nine years have passed since I worked in Jakarta. I eventually found the love of my life in Singapore. I earned my Permanent Resident status. I am now waiting for our house in the city centre to be ready.

Sometimes, the "pay cut" gives you space. And that space might just open the door to your biggest breakthrough.

Pertanyaan Pak Dedy Ong di Threads mengena keras buat saya. Itu persis saya, sembilan tahun lalu.

Dulu di Jakarta, gaji saya lumayan. Tapi saya masih sering dipanggil masuk hari Sabtu, naik taksi dari Baywalk ke Grand Indonesia. Saya terjebak macet berjam-jam dan itu jadi rutinitas saya.

Tidak ada waktu untuk bernafas. Tidak ada ruang untuk memikirkan diri sendiri.

Apa yang berubah

Akhirnya saya pindah ke Bandung. Gaji saya turun banyak. Tapi saya bahagia.

Energi bahagia itu memberi saya kejelasan dan kekuatan untuk pindah ke Singapura sendirian dan membangun hidup baru. Satu koper. Memulai semuanya lagi dari nol.

Sembilan tahun telah berlalu sejak saya bekerja di Jakarta. Saya akhirnya menemukan cinta hidup saya di Singapura. Saya mendapatkan status Permanent Resident. Sekarang saya sedang menunggu rumah kami di pusat kota selesai.

Kadang, "pay cut" memberi Anda ruang. Dan ruang itu bisa jadi membuka pintu ke breakthrough terbesar Anda.

What the next decade looks like for MMC

Deeper, not wider. More writing, more rigorous diagnostic, more careful tutor filtering. Smaller cohort, higher hit rate. The plan is not to scale into mass-market. The plan is to remain the room where Indonesian families get the honest read.

Seperti apa dekade berikutnya untuk MMC

Lebih dalam, bukan lebih luas. Lebih banyak menulis, diagnostik yang lebih ketat, filter tutor yang lebih hati-hati. Kohort lebih kecil, tingkat keberhasilan lebih tinggi. Rencananya bukan untuk skala ke pasar massal. Rencananya tetap menjadi ruangan di mana keluarga Indonesia mendapat penilaian jujur.

Lynda Lysandra, founder of Mandarin Mastery Circle
Lynda Lysandra
Founder, Mandarin Mastery Circle

Indonesian engineer-founder based in Singapore. 14+ years placing Indonesian students into elite Asian universities, including the C9 League China and Singapore's top three (NUS, NTU, SMU). I write about diagnostic education, Mandarin teaching certification, and the China-Singapore pathway. Indonesian engineer-founder yang berbasis di Singapura. 14+ tahun menempatkan siswa Indonesia ke universitas elit Asia, termasuk C9 League China dan tiga besar Singapura (NUS, NTU, SMU). Saya menulis tentang pendidikan diagnostik, sertifikasi pengajar Mandarin, dan jalur China-Singapura.

Considering Mandarin for your child, your team, or yourself? Start with a free diagnostic. We'll map a realistic roadmap based on your timeline and target.
Book a diagnostic →
Sedang mempertimbangkan Mandarin untuk anak, tim, atau diri sendiri? Mulai dengan diagnostik gratis. Kami akan petakan roadmap realistis berdasarkan timeline dan target Anda.
Minta diagnostik →